Jalan Panjang Perjuangan Korban Gagal Bayar Asuransi Bumiputera

Viralnews.id - Jalan panjang perjuangan Korban Gagal Bayar Asuransi Bumiputera belum menemukan titik terang. Meskipun demikian, suara mereka tetap bergema di jalan mencari keadilan atas cucuran keringat mereka, yang ditabung demi masa depan.

Kali ini korban gagal bayar Asuransi yang dikenal dengan TIM Biru kembali melakukan aksi damai di Kantor Pusat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/11/2021). 

Aksi damai mereka, dibarengi dengan penyampaian somasi massal kepada OJK sebagai regulator industri asuransi di Indonesia. Ini merupakan somasi kedua setelah somasi pertama ditujukan kepada manajemen AJB Bumiputera.
  
Somasi ini ditujukan kepada Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK, sebagai satu-satnya regulator industri perasuransian di Tanah Air. 

Rudhi Mukhtar dari Tim Biru menjelaskan somasi kepada OJK dilakukan lewat kuasa hukum mereka, Kertopati & Co. Dalam surat somasi tersebut, kami meminta OJK dalam waktu 14 hari kerja melakukan beberapa tindakan: 

1. Menjamin kepastian dan percepatan proses penyelesaian/pembayaran klaim asuransi Tim Biru baik dari sisi waktu, cara penyelesaian maupun transparansi proses penyelesaian, termasuk tidak terbatas memberikan izin PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang). 

2. Menindaklanjuti permohonan pencairan kelebihan dana jaminan AJB Bumiputera untuk pembayaran klaim asuransi kami. 

3. Memerintahkan dan mengawasi AJB Bumiputera segera menindaklanjuti pencairan uang reasuransi dari masing-masing polis asuransi kami.

4. OJK menggunakan kewenangannya sebagaimana yang diatur dalam pasal 6, 8, 9, 28, dan 30  UU tentang OJK, dan melakukan hal-hal lain yang dianggap perlu.

Jalan Panjang Tuntutan

Koordinator Tim Biru, Fien Mangiri mengungkapkan mereka telah berupaya dan menuntut pembayaran klaim polis asuransi yang lama tertunggak sejak 2018, bahkan ada yang sejak 2017. Banyak upaya sudah dilakukan, antara lain pada Juni 2020 mengikuti Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI.
 
Aksi kali ini bukan yang pertama. Pada Oktober dan Desember 2020, Tim Biru melakukan aksi damai  di depan Kantor Pusat Bumiputera Jakarta, pada Februari 2021 melakukan aksi damai di kantor OJK.

Pada Maret 2021, bersama beberapa elemen pemegang polis mereka melakukan rapat bersama OJK untuk upaya pembentukan Badan Perwakilan Anggota (BPA).  Sayangnya, hingga hari ini proses pembentukan BPA tak kunjung selesai, setelah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak permohonan Penetapan Panitia Pemilih BPA pada 1 September 2021. 

“Yang terbaru kami juga melakukan audiensi secara daring dengan Komisioner Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI di tengah masih berlarut-larutnya proses pembentukan Panitia BPA,” terang Fien Mangiri. 

Selain itu, para pemegang polis di Tim Biru ini hampir setiap hari mendatangi kantor cabang dan wilayah AJB Bumiputera di seluruh Indonesia secara bergantian untuk menuntut haknya mereka untuk mendapatkan pembayaran  uang polisnya. 

Upaya kami baik melalui OJK maupun BPA Bumiputera untuk menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik juga tidak mendapat tanggapan positif. Karena itu butuh keseriusan untuk menganggapi masalah ini. 

“Sementara kebutuhan hidup terus mendesak di masa pandemi Covid-19 dan tidak bisa ditunda, karena sebagian besar asuransi kami adalah Dana Pendidikan Anak, maka itu kami memutuskan untuk memulai upaya hukum dengan melakukan somasi secara massal kepada OJK selaku otoritas tertinggi dan satu-satunya untuk industri asuransi di RI,” tukasnya