Berkas Dinyatakan Lengkap, Oknum ASN Tersangka Narkotika Dilimpahkan ke Kejaksaan

Tersangka dalam kasus narkotika yang juga oknum ASN akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo usai berkasnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Polres Gorontalo Kota.(F. Istimewa)
ⓘ Tersangka dalam kasus narkotika yang juga oknum ASN akhirnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Gorontalo usai berkasnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Polres Gorontalo Kota.(F. Istimewa)

viralnews.id (GORONTALO) – Belum hilang dari ingatan warga, soal kasus penangkapan oknum ASN oleh Polres Gorontalo Kota.

Ia adalah oknum ASN didapati karena menjemput obat terlarang jenis narkoba di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo pada Sabtu 28 Desember 2019 lalu.

Kini kasusnya pun kian diseriusi Satuan Narkoba Polres Gorontalo Kota. Buktinya, telah menyerahkan tersangka bersamaan barang bukti kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Gorontalo. Penyerahan tersangka dan barang bukti itu pun berdasarkan surat dari Kejari Kota Gorontalo, perihal pemberitahuan hasil penyidikan an. tersangka Lk. RM Alias EN yang sudah dinyatakan lengkap atau P-21 dan diterima langsung oleh Jaksa Madya, Makrun, SH.

Kasat Narkoba Polres Gorontalo Kota, AKP Sutrisno, SH menjelaskan, sebelumnya penangkapan oknum ASN ini bermula saat Petugas dalam Pos Operasi Lilin Terpadu 2019 berada di pelabuhan. Ketika itu, mendapat informasi bahwa ada salah satu kapal akan bersandar di pelabuhan dan diduga membawa jenis narkotika.

Tak berselang lama, salah seorang warga (oknum PNS) dicurigai pemilik barang dan hendak mengambil barang narkoba jenis sabu. Hingga akhirnya polisi langsung menangkapnya.

Pada penggeledahan itu, petugas menemukan satu buah kardus berwarna coklat. Didalam kardus, terdapat 4 buah batu bata yang dililit dengan celana jeans dan 2 bungkusan narkotika jenis sabu yang dibagi dua.

Sehingga dalam satu bungkusan terisi 12 bungkusan kecil dan 17 bungkusan kecil lainnya. “Atas perbuatan tersebut, tersangka dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Sutrisno dikutip dalam web Polda Gorontalo.(net)

Tutup