Lahan di Wilayah Bandung Timur Potensi Besar bagi pertanian Hortikultura

C

Bandung, Viral News.id. Lahan pertanian hortikultura itu pada lahan seluas 43 hektare, Yang berlokasi di blok kopeng, Dusun Cibatu, Desa tanjung Wangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung Jawa barat,

Namun yang efektif ditanami seluas 20-30 hektare dan sisanya untuk kawasan konservasi. Lahan pertanian hortkultura di atas 980-1.300 meter di atas permukaan laut itu dikembangkan sejak 6 tahun silam oleh PT. Saribhakti Bumi Agri dan bekerjasama dengan kelompok tani Bhakti Tanjungwangi Lestari.

Pengelolaan lahan pertanian itu melibatkan 60 pegawai dan 34 anggota kelompok tani setempat.
Varietas tanaman sayur-mayur asal Jepang itu, di antaranya jenis buncis kuning, okra hijau, fidalga roxa, capetinho, edamamme, babby buncis, butternut, jalapeno, nasubi, tomorokoshi, komomo pink, cherry bunch, piman, surimori, komomo kuning, komomo merah, jolly, momotaro, murasak, purple fairy dan varietas lainnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI DR. Ir. Suwandi, menyampaikan bebrapa waktu yang lalu,
Mengucapkan terima kasih kepada Direktur Utama PT. Saribhakti Bumi Agri Leo Reuben karena sudah kreatif dalam menciptakan peluang pasar dalam dan luar negeri, khususnya dalam pengembangan produksi pertanian hortikultura. Kedepan, pengembangan pertanian hortikultura menjadi tantangan bagi generasi muda.ucapnya

“Dalam pemasaran hasil produksi pertaniannya, seperti sayuran tomat, terong, cabe, bawang daun dan produksi lainnya tak kompetisi dengan hasil pertanian yang dihasilkan para petani lainnya. Karena memiliki pasar khusus, di antaranya supermarket dan ekspor,” kata Suwandi kepada media, saat berkunjung ke lahan pertanian hortikultura yang dikelola PT. Saribhakti Bumi Agri di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (31/8/2018).

Didampingi Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Jumhana, Suwandi mengatakan, potensi pertanian yang dikembangkan PT. Saribhakti Bumi Agri tersebut membutuhkan kerja keras dalam pengolahan lahannya. Mulai dari proses pemupukan tanaman pertanian dengan cara organik maupun anorganik.
“Kemudian dalam kendala air untuk penyiraman tanaman sayur-mayur tersebut diselesaikan dengan penggunaan teknologi disaat memasuki musim kemarau,” katanya.

Suwandi pun memandang dalam pengembangan pertanian sayuran di kawasan tersebut memiliki kelebihan dalam pengadaan benih atau varietas, selain menerapkan teknologi dalam pengadaan airnya. “Para petani setempat juga berdaya sebagai mitra. Respon kesetaraan gendernya pun cukup bagus dengan mempekerjakan kaum wanita selain laki-laki,” ucapnya.

Dikatakannya, dengan adanya bentuk terobosan dalam pengembangan teknologi pertanian ini, kedepan pasar pun akan tetap eksis. Apalagi didukung dengan adanya pengembangan pertanian yang sama di beberapa tempat dengan menerapkan pola pertanian sudah organik murni 100 persen.

“Meski dalam pelaksanaan kata Suwandi, pengelolaan pertanian organik itu harus melalui perlakuan khusus, tetapi banyak manfaatnya bagi lingkungan. Aspek sosial juga cukup bagus, apalagi nilai ekonomi dan harganya lebih bagus. Pertanian organik juga sehat untuk dikonsumsi karena tanpa festisida, sehingga rakyat pun sehat dan dapat meningkatkan kecerdasan penduduk,” ungkapnya.

Lanjut Suwnadi, pola pertanian seperti itu menjadi tantangan bagi generasi muda kedepan, terutama bagi mereka yang memiliki akses modal usaha, lahan khusus. “Ini menjadi peluang yang sangat bagus,” katanya.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Ir. Jumhana mengatakan, Pengembangan pertanian yang dikelola PT. Saribhakti Bumi Agri tersebut merupakan salah satu potensi pertanian hortikultura di Kabupaten Bandung. “Itu potensi pertanian dalam bidang hortikultura, terutama sayuran eksklusif di Kabupaten Bandung,” kata Jumhana.

Jumhana berharap, perusahaan yang mengembangkan pertanian hortikultura itu untuk lebih bermitra lagi dengan kelompok tani lainnya, ungkapnya. (Jafar)

Categories: desa,pemerintah

Leave A Reply

Your email address will not be published.