kenyal-kenyal Gurih Sate Susu Sapi

C

SATE sapi, ayam, atau kambing sudah lumrah kita temui di pinggir jalan atau restoran di seantero Kota Bandung. Tapi, bagaimana dengan sate daging susu sapi. Menu ini tidak terlalu banyak dijajakan dijajakan di Bandung. Salah satu tempat yang menjajakan sate susu sapi ini adalah di Kedai Sate Ayu Imam Bonjol di Jalan Imam Bonjol No 6 Bandung. Sate susu sapi ini sudah beroperasi selama 20 tahun di sana.

Sate susu memiliki karakteristik kenyal, gurih, dan berbentuk persegi. Sate susu biasa disajikan bersama sate ayam dan sapi. Satu porsi sate di sini berisi 10 tusuk sate yang terdiri dari dua sampai tiga tusuk sate susu dan tujuh sampai delapan tusuk sate ayam atau sapi.

Setiap tusuk sate baik sate ayam, sapi, atau pun susu di sini berisi tiga potong daging. Pelanggan bisa mendapat 10 tusuk sate termasuk satu potong lontong dan lumuran saus kacang di dalam satu porsi sate di sini.

Berbeda dengan sate ayam dan sapi, daging sate susu direbus terlebih dahulu selama tiga puluh menit agar mengeras sehingga mudah untuk dipotong-potong. “Kalau susu sapi dari pasar itu enggak bisa diiris jadinya direbus dulu,” kata pemilik Sate Ayu Imam Bonjol, Ugin Sugiyanto (46), saat ditemui di kedainya, belum lama ini.

Ketiga jenis sate tersebut dilumuri bumbu kuning khas Sate Ayu Imam Bonjol sebelum dipanggang. Bumbu kuning tersebut dibuat dari sepuluh macam rempah di antaranya laja, sirih, bawang merah, dan bawang putih dicampur gula dan garam. “Bumbu kuning ini fungsinya biar dagingnya empuk,” ucapnya.

Setelah dilumuri bumbu kuning, daging ditusuk kemudian dipanggang. Seteleh matang, sate dilumuri saus kacang dan kecap. Jeruk dan sambal disajikan terpisah.

“Pelanggan bilang di Jakarta enggak ada (sate susu) jadi main ke Bandung,” ujar pria yang berjualan bersama sang kakak ini.

Dalam sehari, Ugin mampu menghabiskan 10 kg daging ayam, 2,5 kilogram daging sapi, dan 1,5 kilogram daging susu sapi. Di akhir pekan, ia menambah satu kilogram daging ayam dan setengah kilogram daging susu sapi.

Laiknya sate pada umumnya, Sate Ayu Imam Bonjol pun dipanggang menggunakan panggangan tradisional dengan kipas dari anyaman bambu.

Sate di sini tidak menandung lemak atau pun kulit sehingga penikmatnya bisa puas menikmatinya. Bumbu kacangnya lembut dan sama sekali tidak pedas. Sate susunya yang pada dasarnya gurih menjadikan sate ayam dan sapi semakin sempurna saat disantap bersamaan.

Satu porsi sate di sini bisa dinikmati dengan harga Rp 20 ribu.

“Sate ini dulunya punya ibu, sate gendong. Jualan tahun 55 di Pasar Baru. Setelah tua, ibu diganti sama generasi mudanya saya dan kakak,” ungkap Ugin.

Sate Ayu sudah tersebar di berbagai tempat di Bandung termasuk di Paskal Hypermarket, Car Free Day Dago, dan Jalan Diponegoro. Penjaja Sate Ayu merupakan warga asal Klaten yang hijrah ke Bandung.

Sate Ayu Imam Bonjol bisa dikunjungi setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00. (ee)

Categories: kuliner

Leave A Reply

Your email address will not be published.