Bupati Dadang: P2WKSS Mampu Atasi Permasalahan Kampung 100 Persen

C

NAGREG,Viralnews.id. Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) diakui bupati mampu menyelesaikan permasalahan warga kampung di desa seratus persen.

Hal itu diutarakan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser saat diwawancara usai membuka secara resmi penilaian verivikasi akhir P2WKSS di Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung, Rabu (12/8/2018).

Dadang menguraikan, permasalahan-permasalahan di kampung diantaranya adalah pola hidup warganya kurang sehat, pemukiman tidak layak huni, kekurangan MCK, sehngga warga dapat dikategorikan tidak sejahtera.

“Dengan program ini, masalah-masalah warga tersebut dapat diatasi dengan tuntas 100 persen,” ungkapnya.

Daerah yang tersentuh program ini diharapkan tidak akan ada lagi warganya yang masih menggunakan pekarangan untuk buang hajat, tidak kekurangan air, serta memiliki pola hidup yang sehat.

“Setiap daerah yang mendapatkan intervensi dari program P2WKSS ini pasti terdapat hal-hal yang krusial di daerah tersebut,” kata Dadang.

Dalam program ini, sentuhan pembangunannya adalah pemberdayaan masyarakat, pembangunan fisik, kesamaan jender, peningkatan UMKM, KRPL, dll.

Untuk pemberdayaaan dilakukan peningkatan UMKM, KRPL, sedangkan dalam pembangunan fisiknya dibangun rumah tidak layak huni (rutilahu), mck, peningkatan biopori. Untuk kesehatan dilakukan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

“Untuk pembangunan fisik dalam program ini meliputi pembangunan MCK, pembangunan biopori, posyandu, pembangunan rumah tidak layak huni,” katanya.

Kepala Desa Ciaro Wawan menuturkan, penunjukan RW. 07 sebagai lokasi P2WKSS menurutnya sudah tepat. Sebab, dilingkungan ini kehidupan masyarakatnya sangat membutuhkan bantuan yang terintegrasi.

Wawan menuturkan, jumlah penduduk di RW. 07 sebanyak 800 jiwa dengan RT sebanyak enam Rt. Dengan adanya program ini, perubahan daerah atau kampung bisa mencapai 180 derajat.

“Kami sangat bersyukur dengan program ini, dapat merubah kondisi salah satu kampung kami 180 derajat,”ungkapnya.

Dulu daerah ini masih terbegkalai, dikatakan Wawan. Masih ada warga yang tidak punya tempat MCK, rumah pun tidak layak huni. “Kini sudah di bangun sebanyak 30 unit rutilahu dari program ini, sisanya sebanyak 60 unit tersebar dinsetiap RW, akan kita kerjakan melalui pemerintah desa,” ungkapnya.

Kita menyadari bahwa pola hidup sehat yang berimbas kepada tingkat kesejahteraan masyarakat kami di lokasi ini sangat kurang. Namun, melalui program ini 180 bisa berubah.

“Kini ada peningkatan perubahan pola hidup masyarakat di daerah ini yang jauh lebih baik lagi, tinggal merawat dan mempertahankannya ke depan,” tukas Wawan.

Hadir dalam kegiatan tersebut, seluruh rombongan pejabat SKPD kabupaten Bandung, tokoh masyarakat, PKH, dan beberapa komunitas masyarakat yang turut serta menyaksikan verifikasi akhir P2WKSS yang langsung di hadiri bupati Bandung.
(Andi/Jafar)

Categories: pemerintah

Leave A Reply

Your email address will not be published.